Sore itu langit gelap diselimuti awan hitam tak tahu apakah akan ada sesuatu yang terjadi juga tak tahu apakah itu sebuah pertanda bahwa hujan akan turun dan membasahi bumi. Sebuah keadaan yang sangat sulit untuk diprediksi dan dan bahkan mungkin susah untuk dipercaya manakala suatu saat saya ingin menceritakan pada anda tetapi tak dapat disangakal itu adalah sebuah keadaan. Sebagai insan yang bodoh saya tak ingin berkomentar terlalu berlebihan lantas mengapa langit dirundung kegelapan… pada saat yang sama juga beberapa menit kemudian seorang nenek tua datang dan menghampiri saya katanya sambil mengulur tanganku “Nak,kamu bersedia membantu aku?” saya tak mau mwnjawab pertanyaan si nenek berambut putih karena saya takut dia membutuhkan sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan mengapa langit gelap. Saya dan si nenek itu pun seolah-olah sudah bersepakat hitam diatas putih serentak diam tanpa saling bicara lalu tiba-tibah terdengar sebuah suara seperti suara ledakkan memecah suasana langit mendung dan kebisuan antara saya dan si nenek yang sudah tercampur baur menjadi satu serentak berubah. Mendengar suara itu saya dan si nenek bersepakat untuk lanjut brcerita di sebuah pertigaan kecil yang jaraknya tak jauh jika yang berjalan adalah orang mudah seperti saya, tetapi perjalanan akan terasa panjang dan sangat jauh karena kenyataan bahwa saya bersama dengan seorang nnenek tua.
Bebrapa ssat kemudian sampailah kami di sebuah pertigaan yang sudah kami sepakati sebelumnya dan sama –sam langsung mengambil posisi duduk yang strategis guna menciptakan kualitas cerita yang tidak berlebihan jika dibilang cukup indah untuk disimak. Cerita terus berlanjut dan sang waktu pun terus berjalan mengiringi suasana tanpa secangkir kopi antara saya dan si nenek. meskipun demikian si nenek tetap kuat dan bahkan tak mengapa jika pada saat itu saya mengajaknya untuk terus bercerita sampai larut malam. sungguh saya melihat auarah tanpa letih sangat nampak dan tergambar pada kulit wajahnya yang keriput dan bernoda karena usianya tak lagi mudah seperti saya. Hari semakin gelap malam pun mulai tiba tentu sebagai manusia saya dan si nenek membutuhkan satu piring nasi untuk makan malam dan sebagai anak muda saya tentu tak mau bertanya apakah si nenek membawa uang untuk membeli makan sebagai hidangan malamnya,tetapi lebih ideal dan sangat bermoral ketika saya berniat untuk membelikan dia makanan walaupun tak pernah secara langsung dia meminta kepada saya. Perutku pun terasa lapar dan rasa yang sama pasti dirasakan oleh si nenek tetapi saying uang di dalam dompetku hanya tersisa empat ribuh rupiah nilai rupiah yang sangat kurang untuk perjamuan makan malam. “Tunggu disini sebentar nek saya mau mencari sesuatu” kataku., si nenek pun tak berkeberatan menganggukkan kepalanya bahwa dia bersedia menunggu kemudian saya pergi mencari warung terdekat dan menyediakan porsi makanan yang haraganya tak berlambung jauh mengingat nilai rupiah yang tersisa di dompetku.saya pun terus mencari tetap pemilik warung mengeluarkan jawaban yang sama mengenai harga makanan tadi kerena berkenaan dengan nilai rupiah di dompetku tak cukup untuk membiayai makan malam untuk dua orang, saya pun kembali dan menceritakan hasil pencarian saya kepada si nenek. Mendengar ceritaku si nenek berkata,”tak perlu sibuk nak aku mempunyai sedikit bekal untuk makan malam” sambil mengambil satu botol kecil air mineral dari dalam tasnya.
Tetapi sangat beruntung beberapa saat kemudian seorang tukang bakso melintas di depan kami dan saya pun berteriak “bakso… bakso..” lalu tukang bakso itu datang menghampiri kami kemudian uang di dompetku yang bernilai empat ribuh rupiah ternyata cukup untuk membeli satu mangkok bakso yang berisikan empat butir pentol lalu saya berikan kepada si nenek untuk makan mlamnya…… Dan pemirsa, empat pentol bakso adalah ujunn sekaligus penutup perjumpaan saya dengan seorang nenek tadi, tetapai ada satu hal yang ingin saya katakana kepada anda. Jika ada suatu hal atau keaadan yang tidak mungkin untuk diatasi atau tidak perlu untuk ditindaklanjuti carilah keadaan lain yang mungikin bisa kita lakukan sepertu aku dan si nenek hehehe yah……… ternyata mimpi.
lingko riwok adalah sebuah istilah dalam bahasa manggarai yang esensinya lebih pada bagaimana harmonisasi yang tertanam dalam sebuah komunitas masyarakat.
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Februari 2011
Sabtu, 12 Februari 2011
AKU TAK SIAP JADI PACARMU
AKU TAK SIAP JADI PACARMU
Masih terlalu indah untuk meneropong kembali kisah antara aku dan kamu. Banyak cerita,banyak kesan yang tidak mudah untuk dilupakan begitu saja meskipun sebentar tetapi selalu terbawa kemana aku pergi dimana aku berada dan dalam situasi apa aku diselimuti,semuanya selalu tentang kamu dan kisah itu. Entah itukah sebenarnya sosok yang aku cari ataukah memang TUHAN sudah menggariskan betapa indahnya pertemuan itu lalu hilang dan menyisahkan kenangan berjuta warna. Jutaan kenangan itulah yang membuat aku menjadi tak ada yang lebih indah jika tanpa sosok separti kamu dalam hidupku, lalu mengapa begitu mudah saja terjadi situasi lain yang tak termasuk aku didalamnya??? Semuanya berubah. Perubahan itu meyakinkan aku bahwa tak ada yang abadi sejak kau putusakn untuk melepaskan semuanya. Kau pernah menghujaniku dengan butiran air matamu kau juga pernah tertawa dalam pelukanku dan kaupun pernah menjadi terang dalam hidupku lalu pergi. Kepergian itu mengajarkan kepadaku bahwa tak ada rasa yang abadi stelah kau melepaskan semuanya. Ingin bertanya kepada siapa aku mengemis untuk menghadirkan kembali bidadari yang aku pandang seperti kamu???.,Siapakah yang akan mendengar gemuruh suaraku kala memanggilmu…???
“Air bening tak selalu bersih
Kepulan asap tak selalu menyengat
Untuk apa melihat bintang
Mata untukmu memandang
Enggan kamu menatapku
Namun tdakkah aku yang menemanimu
Ceritakan ini pada dunia
Iringi tidurmu kala malam tiba
Nikmati kebahagiaan barumu
Tangisku selalu menemanimu
Arungi bayang – bayang semu
Iringi hati membakar rongga di dada
Muara cinta tak bermata
Untukmu bulan yang setia menemani malam”
Masih terlalu indah untuk meneropong kembali kisah antara aku dan kamu. Banyak cerita,banyak kesan yang tidak mudah untuk dilupakan begitu saja meskipun sebentar tetapi selalu terbawa kemana aku pergi dimana aku berada dan dalam situasi apa aku diselimuti,semuanya selalu tentang kamu dan kisah itu. Entah itukah sebenarnya sosok yang aku cari ataukah memang TUHAN sudah menggariskan betapa indahnya pertemuan itu lalu hilang dan menyisahkan kenangan berjuta warna. Jutaan kenangan itulah yang membuat aku menjadi tak ada yang lebih indah jika tanpa sosok separti kamu dalam hidupku, lalu mengapa begitu mudah saja terjadi situasi lain yang tak termasuk aku didalamnya??? Semuanya berubah. Perubahan itu meyakinkan aku bahwa tak ada yang abadi sejak kau putusakn untuk melepaskan semuanya. Kau pernah menghujaniku dengan butiran air matamu kau juga pernah tertawa dalam pelukanku dan kaupun pernah menjadi terang dalam hidupku lalu pergi. Kepergian itu mengajarkan kepadaku bahwa tak ada rasa yang abadi stelah kau melepaskan semuanya. Ingin bertanya kepada siapa aku mengemis untuk menghadirkan kembali bidadari yang aku pandang seperti kamu???.,Siapakah yang akan mendengar gemuruh suaraku kala memanggilmu…???
“Air bening tak selalu bersih
Kepulan asap tak selalu menyengat
Untuk apa melihat bintang
Mata untukmu memandang
Enggan kamu menatapku
Namun tdakkah aku yang menemanimu
Ceritakan ini pada dunia
Iringi tidurmu kala malam tiba
Nikmati kebahagiaan barumu
Tangisku selalu menemanimu
Arungi bayang – bayang semu
Iringi hati membakar rongga di dada
Muara cinta tak bermata
Untukmu bulan yang setia menemani malam”
Langganan:
Postingan (Atom)